www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Diduga Oknum Kepala Inspektorat Kampar Diperiksa Polisi, Kasus Laporan Penggelapan
Jumat, 18-10-2019 - 07:50:29 WIB
TERKAIT:
 
  • Diduga Oknum Kepala Inspektorat Kampar Diperiksa Polisi, Kasus Laporan Penggelapan
  •  

    Kampar, Tribunsatu.com Terkait pemberitaan sebelumnya di media ini yang berjudul, “Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar Diperiksa Polisi”. Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Drs. Muhammad, M.S.i, selaku Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar mengatakan, bahwa Ia dipanggil oleh penyidik Polres Kampar, terkait dengan laporan salah satu warga atas nama Husni Anum yang melaporkannya atas dugaan penggelapan surat sertifikat. Senin sore, (14/10/19).

    Untuk diketahui, Husni Anum melaporkan Drs. Muhammad, M.S.i, beberapa bulan lalu, dan pada hari Jumat (11/10/19) Ia dipanggil oleh penyidik. Pemanggilannya ini masih ada hubungannya dengan kasus yang terjadi di RSUD Bangkinang.

    “Bukan penggelapan sebenarnya, terhadap temuan BPK. Jadi ini kita tidak bisa ambil sepotong – sepotong, tapi ini merupakan suatu kesatuan untuk ada hal penyebab segalanya. Ada temuan BPK di RSUD Bangkinang, dan itu harus ditutupi, karena ada ketekoran kas. Untuk menutupi itu, yang bersangkutan kepada Bandahara Arvina Wulandari, meminta temuan ini harus ditutup.

    Karena yang bersangkutan bendahara ini tidak memiliki dana tunai, maka ditempuhlah jalur Surat Keterangan Tanggungjawab Mutlak ( SKTJM). Di Surat Keterangan Tanggungjawab Mutlak itu harus ada jaminan. Makanya barang yang dianggap saya gelapkan itu adalah jaminan dari temuan tersebut,” bebernya kepada Media Nasional di ruangan kerjanya..

    Muhammad diperiksa oleh penyidik Reskrim Polres Kampar dengan tuduhan menggelapkan sertifikat.

    “Anehnya, kita menjamin upaya penyelamatan kerugian keuangan negara yang terjadi di BLUD RSUD Bangkinang melalui pola SKTJM. Ini merupakan upaya damai kita. Dan kita selalu meminta bendahara untuk segera menyelesaikan, paling tidak diangsur. Tapi sampai sekarang tidak ada, yang paling anehnya saya yang dilaporkan atas penggelapan. Apanya yang saya gelapkan?” kata Muhammad.

    “Kalau saya menggelapkan, kenapa saya simpan di kantor, dan ini sudah sepengetahuan pimpinan seluruhnya. Apa yang kami lakukan ini, pengambilan mekanisme melalui SKTJM itu sudah dirapatkan secara bersama – sama atas sepengetahuan pak Bupati, pak Sekda, dan seluruh Satker yang terlibat disini BPKAD termasuk RSUD Bangkinang sendiri. Dan yang bersangkutan menandatangani tanpa ada paksaan, kita tidak pernah memaksa. Walaupun memang ada dicabut surat kuasa, tapi bukan berarti surat yang dicabut ini menggugurkan SKTJM, dan Kekuatan surat SKTJM ada di sertifikat ini tadi,” lanjutnya.

    Saat disinggung oleh media, kabarnya temuan BPK RI di BLUD RSUD Bangkinang itu lebih kurang sebanyak Rp 3,1 Milyar, Muhammad enggan menjawab pertanyaan wartawan.

    “Kalau untuk kerugian negara yang ditemukan BPK RI di RSUD Bangkinang tesebut, belum ada dikembalikan. Sampai hari ini masih belum ada upaya, namun kita siap untuk membantu. Jadi bukan berarti kita bisa untuk menjual, walaupun ini sudah menjadi jaminan. Kita tidak bisa seenaknya menjual, atau memindah tangankan. Kita tetap akan meminta, karena yang bisa ini nanti adalah pemilik. Atas nama Husni Anum, orang tua dari bendahara ini,” terangnya.

    Kalau mereka menginginkan surat ini untuk proses yang lain – lain, atau untuk menutupi kerugian temuan BPK ini kita siap untuk memfasilitasinya. Kita akan bantu, kemana mereka mau. Tapi kita tetap di Peraturan BPK No 3 tahun 2007, tentang penyelesaian ganti kerugian terhadap bendahara. Karena ini diatur khusus untuk bendahara, melalui peraturan BPK. Disitu dibunyikan, kalau saya tidak salah, di Pasal 16, bendahara dapat menjual dan mencairkan harta kekayaan yang dijaminkan.

    Setelah mendapat persetujuan dan dibawah pengawasan Tim Penyelesaian Kerugian Negara (TPKN), Ketuanya Pak Sekda, Saya selaku Inspektor selaku Wakil Ketua, Sekretarisnya itu Kepala BPKAD, jadi kita siap untuk memfasilitasinya. Kalau Tanggapan saya secara pribadi yang dilaporkan oleh ibunda Nunung ke Reskrim Polres Kampar, saya sangat menyayangkan. Beliau melaporkan saya, tapi itu hak beliau inginkan melaporkan,” paparnya.

    “Memang kita akui, bahwa harta yang dijaminkan itu bukan atas nama bendahara. Tapi atas nama ibunda dari bendahara, itu yang melaporkan saya. Memang saya sangat menyayangkan, tapi mau bagaimana lagi,” keluhnya.

    “Terakhir saya berharap, masih ada kesempatan rasanya bagi bendahara untuk menyelesaikan ini. Kalau barang ini sudah selesai, tanpa diminta pun kami akan kembalikan jaminan tersebut. Dan ini juga pembelajaran bagi seluruh bendahara – bendahara yang ada di Lingkungan pemerintahan Kabupaten Kampar, agar berhati – hati.

    “Karena di Undang – undang pembedaharan, setiap pengeluaran itu menjadi tanggungjawab pribadi dari bendahara. Memang berat, resiko menjadi bendahara itu sangat berat. Dan penyelesaiannya juga berbeda, kalau non bendahara itu diselesaikan melalui majelis Tuntutan Ganti Rugi (TGR) namanya. Yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, tetap ketuanya Sekretaris daerah bersama jajaranya.

    “Kami yang ada di Inspektorat dan BPKAD. Tapi kalau untuk bendahara, penangananya langsung oleh BPK RI. Itu sudah ketentuannya, dan ini pembelajaran bagi seluruh bendahara – bendahara yang ada di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, agar berhati – hati dalam mengelolah keuangan Negara,” ungkap Muhammad.

    Ditempat terpisah, awak media mencoba menghubungi mantan Bendahara BLUD RSUD Bangkinang, Nunung, melalui telepon selulernya. Tetapi sampai berita ini ditayangkan, Nunung belum bisa dikonfirmasi oleh awak media.
    Sumber Berita : (Medianasional.id)




     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Oknum Kepala Inspektorat Kampar Diperiksa Polisi, Kasus Laporan Penggelapan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Tokoh - Opini - Galeri - Advertorial Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved