www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
3 Desa Di Kecamatan Pekaitan, Diduga Tidak Tersentuh Pembangunan.
Senin, 11-01-2021 - 22:06:54 WIB
TERKAIT:
 
  • 3 Desa Di Kecamatan Pekaitan, Diduga Tidak Tersentuh Pembangunan.
  •  

    Rokan hilir, Masih dalam persoalan jalan, yang mana masyarakat mengeluhkan akan persoalan itu,untuk kali ini tepatnya di Dusun Sumber Sari RT 02, Desa Suak Temenggung, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan hilir Riau.

    Keadaan jalan tersebut di anggap tidak layak di gunakan, yang saat ini tidak tersentuh pembangunan, mirisnya lagi, persoalan ini setiap tahunnya sering kali di bahas ketika acara musrembang tiba, tercatat dari tahun 2011 silam, pembahasan ataupun permohonan ini di sampaikan oleh Kartono saat berada di acara musrembang namun nyatanya hingga saat ini jalan tersebut tidak tersentuh pembangunan.

    Hal ini yang di katakan oleh Kartono saat berjumpa wartawan.

    Di dalam perkataan Kartono, dirinya mengaku bahwa masyarakatnya merasa kesulitan saat melintas di jalan tersebut, terlebih lagi apabila di guyur hujan, kita ketahui bahwa di beberapa waktu lalu, Rokan hilir di guyur hujan yang terbilang seringkali dan bahkan hampir tiap harinya, di saat itulah masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi keadaan jalan yang sangat parah, sehingga nyaris tak bisa di gunakan, hal inilah yang di alami oleh para pengguna jalan, bahkan anak-anak sekolah, sebagai kepala desa, saya tentunya sangat bingung untuk mengatasi ini, hal ini di karenakan desa kita tidak cukup mampu untuk mengatasi persoalan-persoalan ini, apa lagi, dana DD ini seberapalah, yang tentunya jelas tidak mampu untuk mengatasi persoalan tersebut, berbagai keluhan warga itu saya renungkan, dan untuk itu saya memohon kepada pemerintah kabupaten, saya hanya minta satau permohonan saja, yakni jalan tersebut, agar bisa di bangun oleh pemerintah daerah kabupaten, karena apabila jalan tersebut tidak tersentuh pembangunan, maka dampaknya terhadap bagi pengguna jalan,baik masyarakat sekitar, anak-anak sekolah, dan terutamanya bagi petani kelapa sawit, yang sudah pasti, persoalan ini menjadi beban bagi mereka, di balik itu kita tidak tinggal diam kok, berbagai upaya kita lakukan, baik itu gotong royong, kerja bakti, dan sebagainya, yang tujuannya untuk mengatasi hal ini" ujar Kartono.

    Lanjutnya lagi" kita fahami bahwa masyarakat kita ini rata-rata berprofesinya sebagai petani, terutama petani kelapa sawit, jika di lihat dari hasil tonasenya lumayan besar, yakni puluhan bahkan ratusan ton kelapa sawit yang keluar dari desa ini, namun sayangnya, harga langsiran terlalu mahal, sehingga para petani tidak mendapatkan hasil secara maksimal ketika masa panen tiba" jelasnya kepada wartawan tribunsatu.com.Senin siang 11 Januari 2021 di ruangan kantornya

    Sementara itu, di konfirmasi Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang PUTR kabupaten Lusi Suryadi mengatakan" menurut keterangan Lusi Suryadi, dirinya mengaku bahwa semua persoalan tersebut tidak terlepas dari anggaran, jadi saya belum bisa memastikan, apakah persoalan tersebut bisa di atasi oleh pemerintah kabupaten atau tidaknya mengenai persoalan yang sama, terlebih lagi saya juga bukan penentu dalam suatu kebijakan, namun saya yakin pemerintah sudah memikirkan persoalan ini, tapi untuk terealisasinya atau tidak saya belum tahu" terangnya secara singkat saat di konfirmasi wartawan tribunsatu.com melalui WhatsAppnya Senin malam 11 Januari 2021.

    Reporter: Handoko



     
    Berita Lainnya :
  • 3 Desa Di Kecamatan Pekaitan, Diduga Tidak Tersentuh Pembangunan.
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Tokoh - Opini - Galeri - Advertorial Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved