www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Dua Kegiatan Disdik Riau Tengah Di Bidik Kejati Riau, Diduga Terindikasi Korupsi
Kamis, 09-07-2020 - 18:07:14 WIB
TERKAIT:
 
  • Dua Kegiatan Disdik Riau Tengah Di Bidik Kejati Riau, Diduga Terindikasi Korupsi
  •  

    Ilustrasi Komputer Untuk UNBK


    PEKANBARU, Tribunsatu.com– Aroma Dugaan Korupsi dalam kegiatan Pengadaan media pembelajaran berbasis Informasi Teknologi dan Pengadaan Komputer oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan Provinsi Riau, tengah dibidik oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau


    Kepada sejumlah awak media, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi mengatakan, pihaknya menduga telah terjadi kerugian negara dalam pengadaan media pembelajaran berbasis Informasi Teknologi dan Multimedia untuk jenjang pendidikan SMA/SMK tahun 2018 lalu yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Riau.


    “Hanya saja besaran nilai kerugian negara dalam proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau itu masih menunggu hasil audit.“ Kerugian negara ada.Tapi besarannya, belum diketahui. Penyidik masih koordinasi terus dengan BPK, ujar Hilman Azasi di Pekanbaru, Rabu (08/07).


    Dikatakan Hilman, sambil menunggu hasil audit, penyidik terus merampungkan proses pemeriksaan saksi-saksi. Pihaknya juga menjadwalkan untuk meminta keterangan saksi ahli, terang Hilman.


    “Pemeriksaan saksi belum rampung, masih jalan. Kita panggil saksi dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), juga saksi ahli. Dan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),”paparnya.


    Menurut Hilman lagi, selain kasus di atas, Kejati Riau juga tengah mengusut dua kegiatan lainnya di Disdik Riau, yakni pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA), dan di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengusutan dugaan penyimpangan terhadap dua kegiatan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Tetap berjalan. Pada prinsipnya jalan semua, pungkas Aspidsus Kejati Riau ini.


    Menurut informasi berkembang, diduga ada praktik ‘kongkalikong’ dalam pembelian komputer/laptop melalui e-katalog. Barang elektronik itu sebagai persiapan peralatan UNBK di Disdik Riau. Kegiatan yang semestinya dilakukan secara independen oleh Disdik Riau terindikasi diatur oleh satu perusahaan mulai perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan.


    Pembelian tahap pertama yang ditaksir sekitar Rp 25 miliar, sudah berlangsung dan terindikasi menjadi hidangan (bancakan) bagi beberapa perusahaan dan Dinas Pendidikan Riau sendiri. Pola yang dilakukan juga terbilang cukup baru dan rapi.


    Dalam operandinya, pihak Disdik Riau seolah-olah melakukan pembelian secara online melalui perusahaan online shop yang sudah bekerjasama dengan LKPP. Pihak online shop kemudian membeli ke beberapa vendor yang berbeda. Sedangkan, harga yang dibuat telah disesuaikan dengan harga pasar.


    PT BMD selaku salah satu perusahaan yang menandatangani kontrak dengan Disdik Riau. Selain itu, terdapat indikasi satu perusahaan sebagai penampung fee untuk beberapa perusahaan yang mengatur kegiatan tersebut. (suarapersada.c)



     
    Berita Lainnya :
  • Dua Kegiatan Disdik Riau Tengah Di Bidik Kejati Riau, Diduga Terindikasi Korupsi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Tokoh - Opini - Galeri - Advertorial Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved