www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Sidak Ketua DPRD Riau Juga Di Cueki Bowo, Cat Pilox Rp 35.000 Pecat Siswa Di SMKN 5 Pekanbaru
Jumat, 18-10-2019 - 12:20:56 WIB
TERKAIT:
 
  • Sidak Ketua DPRD Riau Juga Di Cueki Bowo, Cat Pilox Rp 35.000 Pecat Siswa Di SMKN 5 Pekanbaru
  •  

    Pekanbaru, Tribunsatu.com – Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet dicuekin  Kepala SMK Negeri 5 Pekanbaru Dwi bowo Sukmono saat sidak ke sekolah tersebut. Walau Indra Gunawan sudah memperkenalkan  diri sebagai Ketua DPRD Riau, namun Kepsek tersebut seakan tidak mempedulikan.

    Pantauan www.beritaintermezo.com  Eet panggilan akrab mantan ketua DPRD Bengkalis ini mendatangi SMK N5 Pekanbaru Kamis (17/10/19) karena ada informasi terjadinya pemecatan terhadap 5 siswa dengan semena-mena oknum kepala sekolah.

    Setelah bertemu Kepsek Dwi Bowo Sukmono di lingkungan sekolah, Indra memperkenalkan diri dan mengatakan bahwa dirinya harus cepat karena banyak acara yang akan diikuti selaku Ketua DPRD Provinsi Riau.namun Ketua Dewan belum selesai menjelaskan langsung dipotong oleh Kepsek Bowo bahwa dirinya juga sibuk karena sudah ditunggu.

    Ini kronologisnya : 

    Ketua DPRD :Saya Ketua DPRD Provinsi             Riau,saya kesini sidak tetapi saya harus cepat.(Bowo langsung Jawab ditengah pembicaraan ).

    Kepsek Bowo : ya saya juga sibuk sudah ditunggu,apalagi saya sudah jelaskan 

    Ketua DPRD : Saya ketua DPRD Riau, tolong lima siswa yang dipecat agar dikembalikan. Kalau siswa tidak benar, tidak pas cara anda membina. Tidak seperti ini membina siswa, bukan membinasakan, apalagi ini perbuatannya masih sekali.saya juga sudah sampai ke Jepang bukan begini caranya mendidik.

    Kepsek Bowo : ya, ya, ya, ada lagi,

    Ketua DPRD : Saya akan heringkan ini dengan Gubernur dan Kepala Dinas.ini tidak benar cara mendidiknya.

    Kepsek Bowo :ya,  kalau sudah AssalamUalaikum.

    Setelah itu Bowo beranjak meninggalkan Ketua DPRD Provinsi Riau menuju mobilnya, tanpa Menghormati Tamu yang jelas memperkenalkan diri sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau yang mengemban amanat rakyat.

    www.beritaintermezo.com  heran, baru kali ini seorang Kepala Sekolah mencueki alias tidak punya etika dan adab yang baik kepada pejabat Ketua Legislatif Walaupun Indra Gunawan sudah memperkenalkan diri sebagai Ketua Dewan, tetapi Bowo kepala sekolah SMKN 5 tidak mempedulikan. Ia hanya menggelengkan kepala seraya mengatakan sibuk dan sudah ditunggu.

    “ya, saya juga sibuk. Sudah ditunggu,” kilahnya.

    Indra Gunawan pun meninggalkan SMKN 5  dengan wajah kesal dan mengatakan kepada wartawan .Beritaintermezo.comakan mengagendakan hearing dengan Gubernur, Dinas dan SMK 5 Pekanbaru.

    ” cepat, hari ini bilang sama orang tua murid agar dibuatkan surat resmi pengaduan  ke Ketua DPRD Provinsi Riau, hari senin kita heringkan” kata Eet tegas.

    Sebab Terjadinya Sidak Ketua DPRD Provinsi Riau di SMKN 5.

    Untuk diketahui sidak(inspexsi mendadak) yang dilakukan Ketua DPRD Provinsi Riau H. Indra Gunawan Eet.Ph.D ke sekolah SMKN 5 jalan Yos Sudarso Pekanbaru Riau disebabkan Eet menerima laporan dari orang tua siswa Pada hari Jumat(11/10/2019) adanya pemecatan 5  Siswa di SMKN 5 pekanbaru. Pemecatan 5 siswa ini tanpa melakukan surat peringatan layaknya di dunia pendidikan.Hal ini dilakukan Kepala Sekolah gara gara siswanya mengambil sisa Cat merek samurai paint, adapun harga cat pilox Samurai Paint kisaran Rp.35.000 sampai Rp.109.000,-./ Botol.

    Menurut penjelasan siswa yang dipecat, “identitas ada di redaksi” rabu (09/10/2019) “ketika pelajaran sejarah guru tdk masuk, jadinya saya dan kawan kawan ribut makanya karena merasa bosan juga saya keluar melihat pengecatan di lapangan, saya perhatikan cara caranya. Namun tiba tiba kawan saya minta mengambil  tas dari kelas supaya saya bawa ke lapangan. Setelah saya bawa kelapangan dimasukkanlah cat piloxnya.selesai itu disuruhnya saya bawa tasnya ke kelas kembali, setelah itu di kelas Cat sisa yang diambil diberikan kepada teman yang menyuruhnya”. Keluh oknum siswa yang di pecat.

    Demikian juga keterangan siswa lainnya   menurut siswa tersebut, setelah abang kelasnya memperingati jangan buat ulah di sekolah, segera si siswa ini memulangkan cat pilox yang diambil kelapangan praktek kerja sekolah.

    ” saya akui saya salah,saya minta maaf dan piloxnya juga sdh kembali, boleh lah saya sekolah lagi, saya janji tidak akan macam macam lagi, orang tua saya sudah marah besar, saya tak tahu lagi mau ngapain, tolonglah saya dimaafkan agar bisa sekolah lagi” urainya dengan menangis bercucuran air mata.

    Informasi yang diterima media ini sebanyak 8 siswa SMKN 5 Jalan Yos sudarso Rumbai

    Kota Pekanbaru, melakukan aksi tidak terpuji dimana Cat Sisa pengecatan Sepeda motor sebagai bahan praktek. Namun sekalipun delapan siswa yang diduga melakukan penggelapan hanya Lima siswanya yang dikembalikan ke orang tua alias di pecat.

    Perihal pemecatan ini diamini orang tua siswa,dengan mengatakan bahwa anaknya hanya mengambil sisa Cat Bahan praktek namun langsung dipecat tanpa surat peringatan pertama dan selanjutnya.

    ” anak saya dipecat tanpa surat peringatan pertama,kedua dan ketiga, demikian juga surat pemberitahuan kepada saya selaku orang tua tidak di beritahu barulah ini di kasih tau itu pun surat pemberitahuan kedua, sedangkan surat pemberitahuan pertama di tunjukkan saja begitu saya sampai di sekolah” terangnya.

    Dilanjutkannya bahwa anaknya hanya mengambil sisa Cat dan itupun sudah dikembalikan, bagaimana sekolah melakukan pengajaran tanpa adanya edukasi yang baik, jelas orang tua siswa yang tidak mau di tulis namanya.

    Hal senada juga dikatakan orang tua yang lain, dia mengatakan anaknya setiap hari tidak ada semangat lagi, bahkan anak saya ini kemarin mau percobaan bunuh diri, namun saya dan keluarga selalu memberikan harapan dan motivasi bahwa kesalahan yang sudah di buat bisa di perbaiki menuju yang lebih baik. Ungkapnya.

    Diterangkan  (S) orang tua yang anaknya dipecat, “anak kami  baru kali ini melakukan kesalahan di sekolah. belum  pernah melakukan pelanggaran berat, walaupun kemarin ada itu hanya terlambat datang aja, saya terkejut yang selama ini anak saya patuh dan tidak pernah macam macam. masa sih gara- gara ambil Cat sudah langsung dipecat, masak tidak ada pembinaan sebagai lembaga pendidikan,Tanpa ada surat peringatan yang lazim pada proses di lembaga pendidikan, Lagi pula mereka yang melakukan ada delapan orang kok hanya lima  dipecat” jelas dia heran.

    Masih menurut S ” saya akui anak kami ini salah dan kami tidak bela perbuatan yang salah tetapi, kasihanilah anak kami ini, kami orang tua sudah minta maaf kepada Kepala sekolah, kami juga siap bersujud di kaki kepala sekolah, asal anak kami sekolah tetapi kepsek tidak menggubris. ungkapnya.

    Demikian juga orang tua yang lain mengatakan bahwa anaknya siap dihukum tinggal kelas asal  anaknya tidak di pecat dari sekolah.

    ” kemarin saat pertemuan saya katakan kepada pihak sekolah,biarlah anak saya tinggal kelas sebagai hukumannya tetapi janganlah dipecat, tetapi pihak sekolah tidak bergeming, jadi harus bagaimana lagi” keluhnya lemas.

    Sumber media ini menuturkan, Pihak sekolah  seharusnya lebih bijaksana dan punya hati nurani, janganlah langsung pecat, kalau bicara kejujuran emang sekolah sudah jujur rupanya ? Setiap PPDB selalu ada anak didik yang masuk melalui pintu samping alias beli bangku, ini jelas mendidik anak anak dengan kemunafikan. Katanya jujur padahal mereka sendiri tidak jujur, Apakah ini wajah pendidikan kita, Apakah ini diketahui Gubernur atau kepala dinas, Saya minta ini di usut tuntas” cakap sumber yang tidak ingin identitasnya di tulis.

    Ketika dikonfirmasi kepada Kepsek SMKN 5 Dwi Bowo Sukmono di ruang Wakasek Kesiswaan sang kepsek membenarkan adanya siswanya mencuri barang hibah perusahaan.

    ” ya benar ada lima siswa mencuri barang hibah perusahaan, padahal untuk kerjasama dengan perusahaan itu sangat susah mendapat kepercayaan, kalau tidak di tindak tegas perbuatan seperti ini nama sekolah bisa hancur” sebutnya.

    Dilanjutkannya ” biasa itu, kalau sudah kedapatan menyesal,setiap agama mengajarkan jangan mencuri, ini pidana” jelasnya.

    Ketika ditanya apakah pemecatan jalan satu satunya yang terbaik mengingat masa depan anak didiknya, Bowo beralasan bahwa tidak memecat siswanya namun mengembalikan kepada orang tua untuk didik.

    ” kami tidak pecat kelima siswa itu, kami hanya mengembalikan ke orang tuanya agar didik, jangan karena membela lima orang siswa bermasalah mengorbankan 1600 siswa lainnya, ini pidana, sama hukum pencuri ayam sama korupsi millyaran,sama sama pidana itu,makanya kami kembalikan ke orang tuanya” jelas Bowo.

    Ketika ditanyakan perihal adanya dugaan beli bangku saat  penerimaan Siswa baru, Kepsek Bowo tidak menampik secara tegas namun menjawab ” kalau sdh tau begitu mengapa tak baik baik dan belajar yang benar, ini malah buat ulah, jangan karena ada pejabat yang masukkan jadi suka suka, anak guru saja kita pecat ketika mencuri” tutup Dwi Bowo.(rls)




     
    Berita Lainnya :
  • Sidak Ketua DPRD Riau Juga Di Cueki Bowo, Cat Pilox Rp 35.000 Pecat Siswa Di SMKN 5 Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Tokoh - Opini - Galeri - Advertorial Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved