www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Menunggu Hasil Penyidikan UIN Suska
Temuan BPK 42 Miliar di UIN Suska Apakah Bakal di SP3 Kejati Riau?
Selasa, 20-04-2021 - 18:58:57 WIB
TERKAIT:
 
  • Temuan BPK 42 Miliar di UIN Suska Apakah Bakal di SP3 Kejati Riau?
  •  

    Foto : Kantor Kejati Riau


    PEKANBARU - Pemberantasan Korupsi di Indonesia, khususnya di Bumi Lancang Kuning Riau, terutama soal belanja senilai Rp 42 Miliar lebih di UIN Suska, yang telah menjadi temuan BPK, menjadi sorotan publik. Pasalnya, hampir 2 tahun tidak bergerak di tangan Kejati Riau, 20/4/2021.

    Awalnya BPK RI perwakilan provinsi Riau, menemukan sejumlah transaksi yang tidak wajar pada realisasi anggaran tahun 2019. Sejumlah item mencurigakan, termasuk soal beberapa item diketahui ada penggunaan anggaran yang menyimpang, dan digunakan untuk keperluan pribadi rektor UIN Suska Riau, Prof. Mujahidin, dengan total anggaran yang diduga menyimpang sebesar Rp. 42.485.278.171.

    Belakangan oleh media ini telah memuat pemberitaan bahwa kasus tersebut tengah di tangani oleh pidsus Kejati Riau, yang saat itu dipimpin oleh Hilman Azasi, SH, MH, namun hingga kini tampaknya Kejati Riau tidak menunjukkan semangat penegakan hukum pada dugaan kasus tersebut. Sebagaimana di gembar-gemborkan oleh Jaksa Agung RI, ST Burhanudin.

    ,"Pokoknya dari fungsi Asintel sudah lama selesai dikerjakan, dan sudah di ranah Pidsus, kami belum tau lagi sejauh mana saat ini,"kata Asintel Kejati Riau, Rahardjo, baru-baru ini kepada awak media.

    Belakangan terdengar Informasi, bahwa Kejati Riau, kerap menutup kasus yang tengah dalam pemeriksaan. Bahkan sejumlah kasus besar seperti kasus PT. SPR, dan kasus bagi-bagi proyek di Kabupaten Bengkalis pun berakhir SP3.

    Diantara sejumlah kasus besar yang diketahui di tutup oleh Kejati Riau yakni dugaan korupsi proyek branding iklan Bank Riau Kepri (BRK) tahun 2017-2018 di Garbarata Bandara SSK II Pekanbaru, dugaan korupsi pengadaan video wall senilai Rp4,4 miliar di Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandiaan Kota Pekanbaru. 

    Kemudian, dugaan korupsi pembangunan gedung B Rumah Sakit Pendidikan Universitas Riau senilai Rp47,8 miliar. Alasannya, PT Asuransi Mega Pratam (AMP) telah membayarkan jaminan uang muka kepada PT MRC sebesar Rp4,7 miliar. 

    Selanjutnya kasus yang masih dalam penyelidikan, kasus yang dihentikan adalah dugaan korupsi kegiatan peningkatan Jalan Pelabuhan Peranggas-Sungai Kayu Ara di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2018 senilai Rp18 miliar.

    Dugaan korupsi tunjangan profesi dan tambahan penghasilan guru di Dinas Pendidikan Kuansing 2015-2016. Dugaan korupsi dana hibah kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 2017-2018 di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Rp16 miliar.

    Dari sekian kasus korupsi besar yang masuk ke Kejati Riau, akhirnya kandas dengan dikeluarkannya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3), hal ini spontan membuat kepercayaan publik semakin merosot kepada lembaga Kejaksaan. 

    Kini sebuah kasus besar yang sempat menghebohkan Riau pada tahun lalu, yakni dugaan korupsi dengan jumlah fantastis, di UIN Suska Riau, yang menyeret nama rektor, Prof. Mujahidin, menjadi teka-teki.

    Hingga kini, terkait proses hukumnya yang terus dinantikan oleh masyarakat, belum diketahui rimbanya. Apakah Kejati Riau sedang siapkan SP3? Hanya Tuhan yang Mengetahui. (aktdc)




     
    Berita Lainnya :
  • Temuan BPK 42 Miliar di UIN Suska Apakah Bakal di SP3 Kejati Riau?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Tokoh - Opini - Galeri - Advertorial Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved