www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Diskes Pekanbaru Dilaporkan ke Polda Riau, Diduga Manipulasi Data Pasien dan Korupsi Dana Covid-19
Jumat, 16-10-2020 - 01:16:37 WIB
TERKAIT:
 
  • Diskes Pekanbaru Dilaporkan ke Polda Riau, Diduga Manipulasi Data Pasien dan Korupsi Dana Covid-19
  •  

    Pekanbaru - Tribunsatu.com Dinas Kesehatan Provinsi Riau sebelumnya telah melaporkan dugaan-dugaan data yang memanipulasi data Ditreskrimum Polda Riau, oleh pihak keluarga almarhumah Ny W dan melaporkan juga dugaan tindak pidana korupsi anggaran covid-19, Kamis (15/10).


    Suroto SH, selaku kuasa Hukum Keluarga Almarhumah Ny W menjelaskan bahwa sebelumnya telah diupayakan laporan terkait dugaan manipulasi data pasien dan tindak pidana korupsi dana anggaran Covid-19 di Ditreskrimum Polda Riau kemarin, Rabu (14/10). Namun, saat itu laporan tidak bisa dilakukan secara bersamaan.


    "Hari ini kita laporkan Dinas Kesehatan Pekanbaru atas dugaan tindak pidana korupsi anggaran dana covid-19," ujar Suroto bersama Zulkardi dari perwakilan Keluarga Ny W.


    Hal ini dilakukan agar permasalahan covid-19 di Pekanbaru yang tidak terang, sebab sebelumnya, Dinas Kesehatan Pekanbaru diduga telah melakukan kesalahan dalam mengeluarkan data dimana Ny W masuk dalam daftar pasien meninggal dengan konfirmasi positif Covid-19, namun dari hasil swab pertama sebelum meninggal pasien negatif covid-19.

    “Harapannya agar keluhannya cepat dan mendapatkan penjelasan yang pasti ada kesalahan data pasien, apakah itu disengaja atau tidak,” jelas Suroto.

    Suroto SH juga mengatakan, saat ini tidak tahu apakah data yang dipakai Dinas Kesehatan Pekanbaru bersumber dari rumah sakit atau tidak, sehingga terjadi kesalahan data pasien tersebut.

    "Kita akan terus mengawal proses hukum tersebut hingga selesai," terangnya.

    karena sebelumnya, almarhumah Ny W kala itu dibawa ke rumah sakit oleh keluarga karena sakit dan tak sadarkan diri, sesampainya di RS Ibnu Sina almarhumah, dan divonis mengalami gagal ginjal dan saat paru-parunya bersih dari gejala Covid-19.

    Dengan diagnosis itu almarhumah diharuskan untuk melakukan pencucian darah, namun upaya itu gagal dilakukan karena darah pasien telah menggumpal yang berdampak menganggu sejumlah organ lainnya termasuk paru-paru, selanjutnya tim medis kembali melakukan pemeriksaan paru-paru pasien dan ditemukan bercak sehingga pasien dipindahkan untuk dirawat di ruang isolasi dan dilakukan uji swab karena ada indikasi covid-19.

    Upaya darah dilakukan kembali namun kala itu pasien koma dan nahas pasien menghembuskan nafasnya saat itu, sebelum meninggal dunia dari hasil swab pertama keluar dengan hasil negatif, sehingga keluarga meminta maaf di bawa pulang dan makamkan secara normal, tetapi permintaan keluarga itu tidak mendapat izin dari pihak RS dengan alasan swab kedua belum keluar hasilnya.

    Dikarenakan hasil swab kedua tak kunjung keluar, maka pihak keluarga mengikhlaskan pasien dimakamkan sesuai dengan protokol covid-19, Tidak berselang lama hasil swab kedua pun keluar dengan hasil negatif.

    Akan tetapi pada 30 September 2020, keluarga pasien mendapatkan laporan bahwa pasien masuk dalam daftar pasien covid-19 yang meninggal dunia dengan umur 62 tahun padahal umur pasien 66 tahun, keluarga juga menemukan kejanggalan lain yang dinyatakan meninggal pada 26 September 2020 oleh Diskes Pekanbaru, sedangkan meninggal pada 28 September, bahkan diberitakan tanggal 30 oleh media gugus tugas covid-19.

    Keluarga juga telah mengkonfirmasi hal ini pada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan rumah sakit, namun hasilnya pasien menyampaikan memang masuk dalam daftar pasien covid-19 yang meninggal dunia.(cbr88)



     
    Berita Lainnya :
  • Diskes Pekanbaru Dilaporkan ke Polda Riau, Diduga Manipulasi Data Pasien dan Korupsi Dana Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Tokoh - Opini - Galeri - Advertorial Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved