www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Menurut Hasil Pantauan LSM Ujung Aspal dan LSM Alab-Alab, TPA Tlekung Kurang Efektif
Selasa, 23-02-2021 - 16:28:25 WIB
TERKAIT:
 
  • Menurut Hasil Pantauan LSM Ujung Aspal dan LSM Alab-Alab, TPA Tlekung Kurang Efektif
  •  

    Foto: Ghaib Sampurno Saat Tinjau Lokasi TPA Tlekung


    Batu, Tribunsatu.com - Menyikapi dan menggapi pencemaran lingkungan dari Air Lindi, yang berasal dari tumpukan sampah dari TPA Tlekung dan mengalir ke sungai sabrang Desa Junrejo.

    Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Alab-Alab dan NGO Yayasan Ujung Aspal Meninjau ke Lokasi tempat TPA yang beralamat di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Selasa (22/2/2021).

    Menurutnya, pengelolahan sampah tersebut tidak layak, karena menurut pantauan Ketua LSM Gaib Sampurna ditemani Paino Sebagai Sekertaris Alab - Alab tidak ada pemilahan sampah yang baik dan benar.

    "Iya mas, pencemaran tersebut karena sampah yang baru datang langsung di bego dan di tumpuk di lahan saja, tanpa ada pemilahan," kata Gaib Sampoerno Ketua LSM Alab-Alab.

    Oleh karena itu, Cak Gaib sapaan akrabnya, mengharap kepada Pemerintah Desa dan Kota, agar dijadikan perhatian khusus terkait sampah tersebut. Supaya tidak menimbulkan bau tidak sedap dan Air Lindinya tersaring dan tidak mencemari lingkungan Desa sebelah.

    "Harapan saya supaya kedua belah pihak Perintah Desa Tlekung dan Pemerintah Desa Junrejo, bertemu dan berdiskusi terkait penanggulangan sampah tersebut. Semoga ada solusi terbaik. Saya sebagai LSM hanya prihatin saja terkait adanya pecemaran dan bau tidak sedap tersebut", terangnya.

    Sementara itu, Alex Yundawan Sebagai NGO Yayasan Ujung Aspal menambahkan, sampah yang menumpuk tentunya memiliki aroma bau busuk yang menyengat dan tidak menyenangkan, apalagi saat melewati kawasan tersebut, baik sampah rumah tangga, sampah limbah Resto dan Perusahaan, sampah sayuran dan lain-lain, bau menyengat tersebut secara tidak langsung akan berdampak bagi kesehatan warga sekitar akibat mencium bau sampah secara terus menerus dan ini sangat berbahaya bagi anak kecil, terutama pada saluran pernafasan yang membuat daya tahan tubuh menjadi lemah.

    "Selain itu kondisi air dibawah tanah dan air sungai yang berdekatan dengan lokasi pembuangan sampah. Sangat berpengaruh terhadap kesehatan ketika mengkonsumsi air tersebut karena air dari sampah masuk kedalam tanah menuju sungai dan mata air," ungkapnya

    Aroma bau sampah yang busuk dan menyengat dari TPA Tlekung saat ini menjadi polemik karena polusi bau dari sampah tersebut. Hal ini seringkali terjadi terkait dengan fakta bahwa banyak warga masyarakat yang berdekatan atau yang sedang melintas, merasakan dengan jelas kehadiran bau busuk yang sangat menyengat, bau yang meganggu ini dihasilkan dari sampah yang tidak dikelolah dengan baik dan benar.

    "Berdasarkan undang - undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah memiliki maksud bahwa pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kwalitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat,"jelasnya

    Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 2020 tentang pengelolaan sampah secara spesifik melaksanakan pasal 23 ayat 2 undang - undang nomor 18 tahun 2008 adalah suatu kegiatan yang sisitimatis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan.

    "Berdasarkan permasalahan diatas, kami Yayasan Ujung Aspal Propinsi Jawa Timur mendesak agar pihak pemerintah Kota Batu segera bekerja memperbaiki sistim manajemen pengelolaan sampah dengan serius, baik dan benar," tandasnya (Fuad)



     
    Berita Lainnya :
  • Menurut Hasil Pantauan LSM Ujung Aspal dan LSM Alab-Alab, TPA Tlekung Kurang Efektif
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Tokoh - Opini - Galeri - Advertorial Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved