www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
TARIF LIMA JUTA
Aparat Desa “Obral ’’ RLH
Jumat, 15-09-2017 - 08:43:23 WIB
Ramah Layak Huni                       &nbs
TERKAIT:
 
  • Aparat Desa “Obral ’’ RLH
  •  

    Kampar, TRIBUNSATU.COM - Berdalih tidak memiliki lahan, puluhan miliar dana APBD Riau tahun 2017 untuk pembangunan rumah layak Huni (RLH) disinyalir tidak tepat sasaran. Ironisnya, RLH  jatuh ketangan perangkat desa dan orang berduit.

    Misalnya pembambagian Rumah Layak Huni (RLH)  di desa Tanjung Sawit Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar  mendapat jatah RLH sebanyak 15 unit yang dianggarkan dari APBD Riau tahun 2017. Namun sangat disayangkan, penyaluran RLH tidak tepat sasaran, disinyalir jatuh ketangan aparat desa atau orang berduit dan bahkan diobral seharga Rp 5 juta rupia per unit.

    Seperti yang disampaikan  Ketua RT 09 Tosa Bangun  ketika ditemui Bidik, dikediamannya, plamboyan kilo  8 Kecamatan Tapung, Sabtu (9/9/2017) .Menurut Tosa , sangat merasa prihatin melihat kondisi ahlak oknum kepala desa dan prangkatnya yang tega menindas hak orang miskin demi kepentingan pribadi masing-masing .

    Seperti yang dialami Sutrisno, saat ia dan rekan-rekan nya berjuang demi warga nya yang kondisi fisik nya cacat permanen, belum lagi untuk biaya hidup saja keluarga tersebut sangat sulit sama sekali tidak tersentuh oknum kepala desa dan perangkatnya untuk memberikan jatah RLH.

    Sementara beliau (Sutrisno-red) yang hidupnya menumpang dirumah orang sudah melengkapi semua persyaratan untuk mendapat RLH. Namun kenyataannya jelas ketua Rt.09 sejak tahun 1993 ini , tidak habis pikir bagaimana beliau (sutrisno-red) tidak dapat,  justru sebaliknya orang yang mampu, dan tidak tercatat yang dapat, jelas Tosa

    Seperti hasil penelusuran yang dilakukan Tosa bersama timnya ketika menemui kaur pembangunan Tri Wahono untuk meminta daftar penerima RLH tahun 2017,  ternyata ada daftar penerima RLH yang tidak tercatat, namum menerima RLH. Seperti  Narti ataupun Julhawadi tidak terdaftar dalam penerima RLH, namun kenyataan dilapangan mereka yang dapat. Permainan  petak umpet antara Narti dan perangkat desa  melolos  jatah RLH.

    Sutrisno, kepada Bidik menyampaikan beliau pernah didatangi Tri Wahono selaku petugas kaur pembangunan dan Mino anggota BPD tiga minggu lalu minta uang Rp 5 juta untuk mendapat RLH Gimana saya mau kasih pak…pak, mboh…makan saja syukur disini aja kami tinggal numpang karna kasihan melihat kondisi kehidupan kami, papar Sutrisno.(bdc)





     
    Berita Lainnya :
  • Aparat Desa “Obral ’’ RLH
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017-2018 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved