www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Pembangunan Pelabuhan Internasional Bagan Siapi -Api Diduga Terindikasi Korupsi
Senin, 29-07-2019 - 17:49:42 WIB
TERKAIT:
 
  • Pembangunan Pelabuhan Internasional Bagan Siapi -Api Diduga Terindikasi Korupsi
  •  

    Rohil, Tribunsatu.com Mega proyek pelabuhan internasionla Bagansiapiapi yang bersumber dari APBN tahun 2018 senilai Rp.20 Miliar lebih disinyalir terindikasi korupsi. Kejari Kabupaten Rohil panggil pihak Sahbandar.

    “Itu masih proses penyelidikan kemaren syahbandar sudah datang,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rohil, Mohtar Arifin SH, dikonfirmasi, seperti dikutip dari wawasan riau Minggu (28/07/2019) kemaren, melalui via whatshap.

    Dijelaskan Mohtar, saat ini kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pelabuhan internasional dibatu enam Bagansiapiapi terus bergulir di Kejari Rohil, dan sedang dalam proses penyelidikan.

    Disebutkan lagi, bahwa sejak awal memang sudah terindikasi karena habis tahun anggaran pekerjaan masih berlanjut dan sampai kini masih di pagar keliling.

    “Ya sudah ditangani pihak kita, “kata Mohtar Arifin, SH.

    Lanjut dia, adanya dugaan ketidak beresan pelaksana pembangunan Pelabuhan Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil) mendapat tanggapan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil.

    Sebelumnya, Kejari Rohil selaku TP4D telah memberikan arahan dan saran -saran namun tidak diindahkan.

    Dalam hal ini, sehingga TP4D memutuskan pendampingan selanjutnya mendapatkan adanya beberapa temuan maupun ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan yang tertera dikontrak.

    Diperjelas lagi ketika TP4D yang turun ke lokasi dan melihat langsung temuan adanya keretakan yang terjadi di beberapa titik bangunan. Bahkan, penyelesaian waktu pengerjaan juga tidak jelas.

    Dalam kontrak, pengerjaan pelabuhan hanya sampai 31 Desember 2018. Namun pada kenyataannya bulan Januari 2019 pekerjaan masih berlangsung.

    Penyelesasian pekerjaan pembangunan pelabuhan itu, sebutnya, juga diduga tidak sesuai dengan jangka waktu kontrak yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 lalu.

    Hal tersebut dapat dilihat dengan masih adanya beberapa item pekerjaan yang belum selesai. Bahkan, proses pengerjaan masih tampak terus berlangsung pada Januari 2019.

    Padahal, diduga proses pencairan proyek yang bersumber dari dana APBN tersebut telah 100 persen pada Desember 2018 lalu.

    “Penyelesaian pekerjaan juga tidak jelas, apakah melewati tahun anggaran atau tidak. Sesuai kontrak, seharusnya Desember pekerjaan sudah selesai 100 persen, namun kenyataan Januari pekerjaan masih jalan,” paparnya.

    Setelah dilakukan pemantauan ke lokasi pembangunan pelabuhan, banyak ditemukan ketidaksesuaian. Dimana, ada beberapa titik yang telah mengalami keretakan bahkan penurunan.(bgc)




     
    Berita Lainnya :
  • Pembangunan Pelabuhan Internasional Bagan Siapi -Api Diduga Terindikasi Korupsi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017-2018 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved