www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
PT CAS DIDUGA HABISKAN PINGGIRAN ALIRAN SUNGAI BELINDANGAN DAN POTE KELUBI HINGGA KE BIBIR SUNGAI
Sabtu, 15-06-2019 - 16:17:55 WIB
TERKAIT:
 
  • PT CAS DIDUGA HABISKAN PINGGIRAN ALIRAN SUNGAI BELINDANGAN DAN POTE KELUBI HINGGA KE BIBIR SUNGAI
  •  

    Pelalawan Tribunsatu.com - PT Cakra Alam Sejati ( CAS) yang beroperasi di wilayah Dua Desa Terbangiang kecamatan Bandar petalangan dan Desa Lipaibulan Kecamatan Kerumutan kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Di Duga menggunduli Daerah Aliran Sungai ( DAS) yang berada di kawasan operasional Perkebunan.

    Lembaga Swadaya Masyarakat dan pemerhati Lingkungan meminta kepada Instansi terkait untuk meninjau kelapangan, jika perlu memberikan sanksi ke pihak perusahaan yang yang nakal tersebut. Sebab dalam aturannya
    sungai Belindangan dan dugai Pote kelubi harus ada buffer zonenya selain itu melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No: 38 tahun 2011 tentang Sempadan Sungai yang menjelaskan sungai harus ada bufferzonenya atau penyanggahnya.

    Tokoh Masysarakat idris (51) Tahun kecamatan Bandar petalangan Kabupaten Pelalawan menyampaikan Berdasarkan PP itu di Daerah aliran sungai (DAS) tidak boleh ditanami pohon sawit, baik oleh masyarakat maupun perusahaan.

    " Jika memang nanti pihak PT CAS terbukti melakukan kesalahan dan di duga menggunduli DAS , ya harus di tindak tegas dan di berikan sanksi " Ujar Idris.j kepada Media dan Meminta Kepada Intasi terkait Menindak lanjut nya.

    Di sampaikanya lagi, dilarang menanam sawit atau tumbuh-tumbuhan yang menyerap air di daerah buffer zone sesuai dengan sempadan sungai. "100 meter untuk sungai besar dan 50 meter untuk sungai kecil jangan ditanami sawit," jelasnya.

    seharusnya Perusahaan untuk menanam tumbuh-tumbuhan yang bisa menyimpan air dan bisa jadi penyanggah di pinggir sungai, terutama tumbuh-tumbuhan kayu dan berakar tunjang, lebih baik lagi kalau tumbuhan yang berbuah.

    "Untuk menjaga sungai belindang dan sugai Pote kelubi, makanya nenek moyang kita dulu kala menanam rambai, duku dan tanaman rambutan berbuah lainnya mengantikan hutan dipinggir sungai," ujar Idris.51 tahun kepada awak media

    Ia menjelaskan, kalau sawit ditanam dekat sungai sangat subur sekali karena sawit itu menyerap air.

    "Jadi, sawit itu dia suka air,dia bukan menyimpan tapi menyerap. Kalau menyimpan itu ketika hujan dia serap, ketika tidak hujan dia keluarkan. Sekarang apa yang terjadi di daerah kita ketika hujan terjadi banjir tapi ketika kemarau kering kerontang," lanjutnya. admin

    Sumber berita :Riausindo.com



     
    Berita Lainnya :
  • PT CAS DIDUGA HABISKAN PINGGIRAN ALIRAN SUNGAI BELINDANGAN DAN POTE KELUBI HINGGA KE BIBIR SUNGAI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017-2018 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved