www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
IZIN RSPO DAN PERKEBUNAN SAWIT PT MUSIM MAS, DIKABUPATEN PELALAWAN PERLU DI KAJI ULANG
Sabtu, 16-03-2019 - 19:56:15 WIB
TERKAIT:
 
  • IZIN RSPO DAN PERKEBUNAN SAWIT PT MUSIM MAS, DIKABUPATEN PELALAWAN PERLU DI KAJI ULANG
  •  

    Pelalawan, Tribunsatu.com Sabtu 16/3/2019, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) adalah asosiasi yang terdiri dari berbagai organisasi dari berbagai sektor industri kelapa sawit yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk Produksi minyak sawit berkelanjutan.

    Salah satu Perusahan di Kabupaten Pelalawan -Riau pemegang sertifikatisasi RSPO adalah PT Musim Mas. Perusahan ini bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan Pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) dan CPO.

    Mendapat kan Sertifikatisasi RSPO/ISPO bagi perusahan yang Bergerak di bidang perkebunan dan pmks bukan lah hal yang mudah.Sertifikat tersebut menjadi dambaan bagi perusaha-perusahan swasta lain nya yang ada di Negara NKRI ini.

    Kajian dari beberapa lembaga Pemerintah dan swasta juga antar negra lain nya ikut di libat kan untuk merumus guna mendapatkan sertifikat RSPO/ISPO.

    Salah satu yang di kaji adalah Hak guna usaha(HGU) izin AMDAL, daerah aliran sungai(DAS) lingkungan hidup, flora dan fauna, hutan cadangan ekonomi rakyat, undang-undang NO.40 hutan Conservasi (hcv) ,dan lain lain semua perlu dikaji, jika tak memenuhi syarat pasti tak lah mudah untuk Sertifikasi RSPO/ISPO tersebut.

    Terkait perusahan pemegang RSPO/ISPO, PT Musim Mas (MM) yang berada di Kecamatan Pangkalan kuras dan Kecamatan Pangkalan lesung Kabupaten Pelalawan -Riau, perusahan ini ,"di Duga banyak melakukan pelangaran baik itu dari sisi perusakan aliran sungai alam, habitat flora dan fauna, dan lain nya masih banyak di Abaikan Pihak PT MM.

    Salah satu yang telah di abaikan PT MM di estate 6 (enam) Desa talau Kecamatan Pangkalan kuras (kundur).penanaman pohon kelapa sawit setelah refelanting yang mana di situ terpampamg (spanduk) yang berjarak beberapa meter saja, warning bahwa lahan tersebut lahan gambut.

    Pihak PT MM telah membuat pemberitahuan hutan conservasi (hcv) namun kenapa lahan yg berdekatan dengan HCV tersebut masih di tanamai sawit juga, ungkap seorang warga desa talau, Rsl.

    Tokoh masyarakat yang Inggak di sebutkan namanya sangat menyayangkan selama ini juga memberikan informasi terkait pengalihan sungai dan anak sungai Piagey dan Sungai Pebadean yang bermuara sungai napuh, itu salah satu contoh kecil.

    Jika memang undang-undang dan aturan di jalan kan dengan benar, dari pantauan masyarakat bahwa banyak nya yang di abaikan PT MM,maka Izin RSPO/ISPO perlu di kaji ulang dan bila perlu dicabut saja.

    Menurut Konfirmasi Humas PT Musim Mas Ibrahim, Mengatakan bahwa pihak PT MM tidak mengolah Lahan Gambut, Ibrahim mengatakan lagi Atau mengajak Wartawan Tribunsatu.com kelapangan Untuk mengecek Kebenaran Informasi Dari Masyarakat jangan Sepihak Ujar Humas Ibrahim kepada Wartawan Melalui Selulernya.

    Tokoh Masyarakat Desa Talau Kecamatan Pangkalan Kuras (Kundur) Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, mengatakan Sudah Sewajarnya Masyarakat yang di Sekelilingi PT Musim Mas, Harus Pertanggung Jawaban dari Pihak Perusahaan Masalah Pengalihan Fungsi Sungai Oleh PT Musim Mas Ujar Tokoh Masyarakat Desa Talau.

    Dan Tokoh Masyarakat Desa Talau Meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan Untuk Mengambil Tindakan kepada Pihak PT Musim Mas, dalam Pengalihan Alih Fungsikan Anak Sungai, di Wilayah Perusahaan Nya Ujar Tokoh Masyarakat di Rumah nya. (Tim)



     
    Berita Lainnya :
  • IZIN RSPO DAN PERKEBUNAN SAWIT PT MUSIM MAS, DIKABUPATEN PELALAWAN PERLU DI KAJI ULANG
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017-2018 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved