www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Korupsi Rp1,192 Miliar di Bappeda, 3 Pejabat Rohil Ditahan
Rabu, 09-08-2017 - 11:44:26 WIB

TERKAIT:
 
  • Korupsi Rp1,192 Miliar di Bappeda, 3 Pejabat Rohil Ditahan
  •  

    PEKANBARU, TRIBUNSATU.COM - Jaksa penyelidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan
    Tinggi (Kejati) Riau menahan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi
    anggaran di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten
    Rokan Hilir (Rohil), Selasa (8/8/2017). Ketiganya diduga melakukan
    korupsi anggaran tahun 2008-2011 yang merugikan negara Rp1,192 miliar.

    Ketiga
    tersangka itu adalah S selaku Bendahara Pengeluaran di Bappeda Rohil
    tahun 2008-2009, H selaku Bendahara Pengeluaran tahun 2010 dan 2011,
    serta Rj yang merupakan pejabat eselon III selaku verifikator
    pengeluaran rutin di Bappeda Rohil.

    Penahanan dilakukan sekitar
    pukul 14.10 WIB. Sebelum ditahan, ketiga tersangka diperiksa. "Mereka
    diperiksa dan dilakukan penahanan. Penahanan pertama dilakukan selama 20
    hari," ujar Asisten Pidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta.

    Mengenakan
    rompi warna orange, ketiga tersangka digiring ke Rumah Tahanan Kelas
    IIB, Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Mereka
    enggan berkomentar terkait penahanan tersebut.

    Ketiga tersangka
    diduga terlibat korupsi bersama bekas Kepala Bappeda Rohil, Wan Amir
    Firdaus. Dalam kasus ini, Wan Amir terlebih dahulu dijebloskan ke Rutan
    Sialang Bungkuk.

    Menurut Sugeng, ketiga tersangka tidak
    melaksanakan tugas sesuai undang-undang. Mereka bersama-sama membantu
    Wan Amir Firdaus. "Ketiga tersangka tidak menikmati uang tapi yang
    menikmati uang adalah WAF (Wan Amir Firdaus)," tambah Sugeng.

    Mereka
    dijerat Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999
    sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang
    Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

    Ketiga
    tersangka bersama Wan Amir diduga melakukan korupsi dengan modus
    penyimpangan anggaran rutin dan pengadaan barang 2008-2011. Berdasarkan
    audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan
    kerugian negara Rp1,192 miliar.

    "Ketiga tersangka bertanggung
    jawab atas kerugian negara Rp1,192 miliar. Beda dengan WAF, jauh lebih
    besar yakni Rp2,5 miliar," tutur Sugeng.

    Ia menjelaskan, berkas
    tersangka segera dilimpahkan tahap 1. "Mudah-mudahan minggu depan berkas
    mereka lengkap dan bersama dengan WAF akan dilimpahkan ke pengadilan,"
    pungkas Sugeng.

    Kasus ini berawal ketika Pusat Pelaporan dan
    Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan aliran dana mencurigakan
    sebesar Rp17 miliar di rekening Wan Amir Firdaus. Uang masuk diduga dari
    praktik korupsi yang ada di rekening sebesar Rp8,7 miliar dan yang
    masuk dari gratifikasi Rp6,3 miliar. Uang itu diduga berasal dari proyek
    fiktif yang anggarannya dialokasikan ke Bappeda Rohil sejak tahun 2008
    hingga 2011.



     
    Berita Lainnya :
  • Korupsi Rp1,192 Miliar di Bappeda, 3 Pejabat Rohil Ditahan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017-2018 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved