www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Debt Collector Mega Finance Rampas Motor Nasabah, Padahal Sudah Lunas
Senin, 10-07-2017 - 17:44:20 WIB

TERKAIT:
 
  • Debt Collector Mega Finance Rampas Motor Nasabah, Padahal Sudah Lunas
  •  

    Telukkuantan, TRIBUNSATU.COM - Kasus pengambilan paksa kendaraan bermotor roda dua kembali terjadi.

    Kali ini dilakukan oleh Debt Collector yang mengaku dari Leasing Mega Finance, kali ini korbannya bernama Suhendri (33), warga Tanjung Baru, Simandolak Kecamatan Benai, Kuantan singingi.

    Kejadian tersebut menurut laporan dari Korban Suhendri (33)  kepada media sigapnews mengatakan, penarikan paksa kendaraan bermotor yang dilakukan oleh tiga orang Debt Collector (penagih hutang) terjadi ketika ia sedang berada di Pekanbaru

    "Tiba-tiba Debt Collector itu menghampiri saya dan langsung meminta motor yang saya kendarai tersebut tanpa ada musyawarah, motor itu sudah saya bayar lunas dan ada bukti Kwitansi pembayaran lunasnya," ungkap Suhendri.

    Padahal perbuatan pengambilan paksa kendaraan bermotor yang masih dalam proses kredit sekalipun tidak boleh dilakukan oleh Debt Collector.

    Sebab hal tersebut telah diatur dalam Peraturan menteri Keuangan No.130/pmk.010/2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan

    Tindakan kekerasan atau perampasan tersebut dapat diancam dengan pasal 365 KUHP 368  tentang perampasan dengan ancaman 12 tahun penjara serta perbuatan tidak menyenangkan.

    Atas kejadian ini, jika tidak ada niat baik pihak perusahaan Mega Finance untuk menyelesaikan perampasan sepeda motor Suhendri, maka kasus ini akan dilaporkan kepada pihak Kepolisian.

    "Saya merasa dipermaainkan dan dirugikan pihak mega finance saat ini dan apabila tidak ada niat baik dari pihak perusahaan, maka saya akan buat laporan ke pihak Polisi," tambah Suhendri.

    Sebelumnya, motor yang sama juga pernah di ambil paksa oleh Debt Collector Mega Finance diwilayah Sumatera Barat, namun akhirnya dilepas kembali setelah Suhendri dipaksa menebus uang Rp. 1.500.000 leh pihak Mega Finance.

    Tidak puas mengambil uang 1,5 juta, Debt Collector Mega Finance, kembali memaksa korban (Suhendri,red) untuk membayar uang Rp.5 Juta sebagai penebus BPKB kendaraan bermotor miliknya.

    Sementara itu, pimpinan cabang Mega Finance Telukkuantan, Sirait, saat di konfirmasi mengaku tidak mau tahu atas kejadian internal perusahaannya.

    Ketua LSM Pemantau Pelayanan Publik (PKPP), Yefrizal, merasa aneh seorang pimpinan cabang tidak tahu masalah perushaannya.

    "Saya merasa janggal (aneh), permasalahan ini kan menjadi tugas seorang pimpinan," ujar Yefrizal.

    Yefrizal, akan menindaklanjuti ke pimpinan wilayah Riau dan pusat untuk membantu masyarakat demi terwujudnya hukum yang berkeadilan. (snc)



     
    Berita Lainnya :
  • Debt Collector Mega Finance Rampas Motor Nasabah, Padahal Sudah Lunas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Tokoh - Opini - Galeri - Advertorial Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved