www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Pembangunan Proyek Embung - Embung Desa Adaut Resahkan Pemilik Lahan
Selasa, 20-08-2019 - 19:08:38 WIB
TERKAIT:
 
  • Pembangunan Proyek Embung - Embung Desa Adaut Resahkan Pemilik Lahan
  •  

    Saumlaki - Tribunsatu.com Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dihadapkan dengan proyek pembangunan Embung - Embung yang dikerjakan oleh CV. Virgo Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2.350.000.000 bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ). Waktu pekerjaan sejak tanggal 24 Mei 2019 sesuai kalender 180 hari kerja.

    Proyek yang berada tepat pada pinggiran sebelah kiri jalan Lingkar Selaru dari Desa Adaut ke Desa Kandar, lokasi tanah tersebut milik keluarga Epa Batlayar, sesuai pengakuannya kepada wartawan di lokasi proyek.

    Epa Batlayar saat di temui wartwan media Simpul Rakyat bertempat pada lokasi pekerjaan proyek tepat di hari Minggu siang, 18 Agustus 2019, mengaku merasa sangat dirugikan.

    Dia menyampaikan keluhannya, mengklaim tanah ini miliknya yang dikelola orang tuanya dan diturnkan kepada dirinya. Sebagai bukti, terdapat 10 pohon kelapa dari buah tangan orang tuanna, namun sudah ditumbangkan 5 pohon guna pekerjaan tersebut.

    Epa menambahkan, sejak pekerjaan proyek ini berjalan, mulai dari buka lahan tanpa sepengetahuan dirinya selaku pemilik tanah, hingga pada penebangan 5 pohon kelapa, barulah pihak pemerintah desa memanggilnya.

    "Pemerintah memberikan uang sebagai ganti rugi tanaman per pohon senilai Rp 300.000 dan saya menerima Rp 1.500.000," ujarnya.

    Dia mengaku bersama keluarga sangat kecewa dengan pembayaran tanaman itu.

    "Saya tanyakan kenapa tanah tidak terbayar, Kepala Desa menjawab ini program pemerintah untuk kita kembali makanya tidak terbayarkan," ujarnya mengutip pengakuan Kades.

    Dia mengaku bingung, sesuai kesepakatan musyawara desa, harganya Rp 45.000 per meter dengan teknis pembayaran 70: 30. "Artinya 70 % untuk pemilik, sedangkan 30 % untuk desa yang dibagi lagi Desa 10, Petuanan 10 dan Soa 10.

    Epa berharap perusahaan harus membayar tanah itu sesuai mekanisme musyawara desa.

    Pada Senin 19 Agustus 2019 kemarin, di ruang kerja Kepala Desa, Ika Batlayar pun saat ditemui menjelaskan sama seperti penjelasan kelurga Epa.

    Kades itu menyatakan bangga terhadap keluarga Epa. "Prinsipnya ini program pemerintah yang tidak bisa di ganggu, makanya hanya dibayarkan tanaman saja. Tanah tidak di bayar," jelas Kades.

    Kades menambahkan di minggu kemarin ada juga petuanan sesuai bahasa adat ( Mangfaluruk ) meminta perusahaan harus membayar ganti rugi tanah senilai Rp 20. 000.000 namun tidak terlaksana.

    Menurut Epa, kalau uang sirih pinang mungkin bisa terjawab semua. "Diatur dalam peraturan Bupati sehingga tidak bisa dianggarkan tegasnya. (rilis)

    Axl Temmar.



     
    Berita Lainnya :
  • Pembangunan Proyek Embung - Embung Desa Adaut Resahkan Pemilik Lahan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017-2018 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved