www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
CE Diperiksa Kejagung, Rugikan Negara Senilai RP 91 Milyar
Rabu, 10-07-2019 - 12:37:08 WIB
TERKAIT:
 
  • CE Diperiksa Kejagung, Rugikan Negara Senilai RP 91 Milyar
  •  

    Sarolangun - Tribunsatu.com Kejaksaan Agung terus membidik kasus korupsi pembelian lahan seluas 400 hektar di Sarolangun, Jambi.

    Senin (8/7), Tim penyidik ​​tindak pidana khusus Kejagung memeriksa Bupati Sarolangun Cek Endra. Cek endapan dalam kapasitasnya dalam rilis ijin usaha pertambangan dan eksplorasi lahan batubara pada tahun 2010 yang telah dibeli PT Antam Tbk.

    Jubir Kejagung Mukri mengatakan, pemeriksaan ini menjadi acuan Kejagung membidik tersangka baru dalam kasus yang membelanjakan negara hingga Rp91,5 miliar tersebut. “Menyimak persetujuan yang diminta,” katanya saat ditemui Fajar Jaringan Indonesia di Gedung Bundar Kejagung Jakarta, kemarin.

    Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan masih berlangsung. Sekedar diketahui, penyidik ​​telah memeriksa empat orang dalam kasus tersebut. Mereka adalah: Spesialis Kepala Eksplorasi Geomin PT Antam, Yoseph Herwindo, Staf Direktur Utama PT Antam, Dodi Martimbang, Karuan PT Antam, Izhar Ishak dan pensiunan pegawai PT Antam, Debby Maulasa.

    Dalam kasus ini penyidik ​​telah menetapkan enam tersangka yaitu enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu adalah BM selaku Direktur Utama PT Sumber Daya Batubara Indonesia (ICR), MT selaku pemilik PT RGSR, Komisaris PT Citra Tobindo Sukses Perkasa, ATY selaku Direktur Operasi dan Pengembangan .

    Selain itu, disebut juga AL selaku Direktur Utama PT Antam, HW selaku Manajer Senior Pengembangan Strategis Korporat PT Antam, dan MH selaku Komisaris Utama PT Tamarona Mas International (TMI).

    Kasus IUP Batu Bara dan jual beli saham di Kabupaten Sarolangun seluas 400 hektar ini, dilindungi negara melalui PT Indonesia Coal Resources (ICR), anak perusahaan BUMN PT Aneka Tambang Tbk (PT Antam).

    PT TMI selaku Kontraktor dan Komisaris PT TMI Tamarona Mas International (PT. TMI) telah menerima tawaran penjualan / peralihan izin usaha pertambangan operasi (IUP OP) batubara atas nama PT TMI.

    Lahan seluas 400 Ha yang terdiri dari IUP OP seluas 199 Ha dan IUP OP seluas 201 Ha. IUP OP mengajukan permohonan izin seluas 400 Ha (199 Ha dan 201 Ha) kepada Komisaris PT ICR melalui surat Nomor: 190 / EXT-PD / XI / 2010 tertanggal 18 November 2010.

    Surat itu diajukan kepada Komisaris Utama PT ICR dengan perihal rencana akuisisi PT TMI dan disetujui dengan surat Nomor: 034 / Komisaris / XI / 2010 tanggal 18 November 2010 perihal Rencana Akuisisi PT TMI

    Namun kenyataanya, PT. TMI telah mengalihkan IUP OP seluas 199 Ha dan IUP eksplorasi seluas 201 Ha sesuai surat Nomor: TMI-0035-01210 tanggal 16 Desember 2010. Surat itu memakai perihal. TMI KE PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (PT CTSP).

    PT TMI yang diberikan oleh Komisaris Utama PT ICR adalah properti aset PT. TMI yang menjadi objek perolehan adalah IUP yang sudah ditingkatkan menjadi Operasi Produksi yang sesuai dengan surat Nomor: 034 / Komisaris / XI / XI / 2010 tanggal 18 November 2010 perihal Rencana Akuisisi PT.TMI.

    Berkas / KJPP-PS / Val / XII / 2010/057 tanggal 30 Desember 2010 dan juga laporan legal due deligence dalam kerangka Akuisisi tanggal 21 Desember 2010.

    Perbuatan para kerugian keuangan negara bertambah Rp 91,5 miliar. Keenam orang itu diganjar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Sumber: Nuansa Jambi




     
    Berita Lainnya :
  • CE Diperiksa Kejagung, Rugikan Negara Senilai RP 91 Milyar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017-2018 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved