www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Potensi Minyak Atsiri Kendal Sangat Prospektif
Kamis, 13-06-2019 - 08:19:26 WIB
TERKAIT:
 
  • Potensi Minyak Atsiri Kendal Sangat Prospektif
  •  

    Bupati Kendal Mirna Annisa bersama Deputi Bidang Perekonomian Kementerian Perdagangan RI Rudi Salahudddin, saat meninjau pabrik penyulingan minyak Atsiri di Desa Ngargosari Kecamatan Sukorejo.


    Kendal, Tribunsatu.com - Kementerian Koordinator Perekonomian RI melalui Deputi Bidang Perekonomian Rudi Salahudddin didampingi Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si melakukan supervisi pada industri minyak atsiri milik CV Kendal Agro yang berlokasi Desa Ngargosari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal Jawa Tengah, Rabu (12/6/2019).
    Kunjungan tersebut merupakan monitoring dan evaluasi terkait program pengembangan potensi minyak atsiri di Kabupaten Kendal.

    Menurut Deputi Bidang Perekonomian Rudi Salahudddin, Pemerintah Pusat akan bekerjasama dengan Pemkab Kendal dengan membentuk klaster minyak atsiri di Kecamatan Sukorejo, Plantungan, Patean dan Pageruyung.

    Sementara itu, Bupati Kendal mengatakan bahwa dengan adanya klaster minyak atsiri dari daun cengkeh dan sere ( lemon grass ), didukung dengan banyaknya perkebunan cengkeh baik milik BUMN maupun swasta di Kabupaten Kendal, diharapkan produksi minyak atsiri dapat lebih ditingkatkan, sehingga berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di empat kecamatan yaitu Kecamatan Sukorejo, Plantungan, Patean dan Pageruyung.

    Dalam keterangannya, Khafidz Nasullah CEO CV Kendal Agro Atsiri mengatakan bahwasanya didirikannya pabrik penyulingan minyak atsiri adalah untuk memanfaatkan potensi daun cengkih di Kecamatan yang melimpah.
    CV Kendal Agro Atsiri berkantor di Jl. Kaliurang Ngaglik Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.


    Menurut Khafidz, pemuda 23 tahun ini, pada awal memulai usahanya dengan modal pinjaman dari seorang temannya sebesar Rp. 80 juta untuk membeli peralatan penyulingan.
    " Dalam setahun, seluruh modal tersebut sudah kembali dan omset penjualan saat ini mencapai Rp 700 juta per bulan ", kata Khafidz.

    Saat ini, Khafidz sudah mengoperasikan empat unit penyulingan dengan mempekerjakan 400 orang, sebagai pengumpul daun-daun cengkih dimana pengumpulan daun tersebut ditampung di 35 pengepul yang tersebar di sepuluh desa.

    Khafidz menambahkan bahwa keberadaan pabrik penyulingan daun cengkih yang ada di Desa Ngargosari mampu memberikan manfaat yang cukup besar dalam peningkatan ekonomi keluarga bagi masyarakat Desa Ngargosari.

    Diketahui, pangsa pasar dari minyak Atsiri, tadak hanya untuk pasar lokal, akan tetapi juga sudah merambah pasar Eropa seperti Swiss dan Jerman.

    " Untuk pasar Eropa, ada permintaan minyak atsiri sebanyak 5 ton per bulan. Permintaan juga datang dari produsen obat dan kosmetik di Amerika Utara, Amerika Selatan serta Asia ", kata Khafidz. ( Pur***)






     
    Berita Lainnya :
  • Potensi Minyak Atsiri Kendal Sangat Prospektif
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017-2018 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved