www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Saksi Kunci Mangkir Dalam Sidang Dugaan Kasus Korupsi Mading
Selasa, 09-04-2019 - 13:33:48 WIB
TERKAIT:
 
  • Saksi Kunci Mangkir Dalam Sidang Dugaan Kasus Korupsi Mading
  •  

    Semarang, Tribunsatu.com– Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan majalah dinding (Mading) elektronik di Kabupaten Kendal Jawa Tengah, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (8/4/2019),

    Dimana sidang juga menghadirkan para terdakwa yaitu Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal Muryono, Direktur CV Karya Bangun Sejati Lukman Hidayat dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Agung Markiyanto.


    Dilansir dari HALO SEMARANG, dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ari Widodo tersebut, Jaksa Penuntut Umum memanggil empat orang saksi yaitu Lutfi Irdiansyah, mantan Sekda Kendal Bambang Dwiyono, Sekda Kabupaten Kendal M Toha dan anggota DPRD Kabupaten Kendal Rubiyanto.


    Namun dari ke- 4 orang saksi yang dipanggil, ada satu orang yang merupakan saksi kunci, tidak bisa hadir dalam persidangan. Saksi kunci tersebut yaitu Lutfi Irdiansyah yang merupakan adik dari Bupati Kendal dr. Mirna Annisa.
    Walaupun tanpa kehadiran Lutfi Irdiansyah, sidang tetap dilanjutkan dimana majelis hakim tetap memintai keterangan dari saksi-saksi lainnya yaitu Bambang Dwiyono, M.Toha dan Rubiyanto.


    Dalam persidangan, Muryono menyebutkan ada dua sosok yang berperan besar dalam kasus ini yaitu Lutfi Irdiansyah dan Rubiyanto.

    Muryono mengatakan bahwa dirinya sempat dipanggil secara khusus oleh Rubiyanto dan Lutfi Irdiansyah sebelum menjalankan proyek, bahkan pernah diberi sejumlah uang dari Lutfi yang diserahkan oleh Junaedi, Kepala SD Surokonto Wetan 01 Kecamatan Pegeruyung Kabupaten Kendal.


    Menurut Muryono, pihaknya sudah mengajukan surat keberatan menjalankan proyek pengadaan mading elektronik kepada Bupati Kendal karena sudah menduga akan ada persoalan hukum di kemudian hari, namun mereka memintanya untuk tetap melanjutkan proyek tersebut.

    " Waktu itu, saya sebenarnya sudah menolak dengan bertanya, apakah ada yang mau bertanggung jawab jika proyek itu nantinya jadi masalah hukum?. Tapi memang akhirnya proyek tersebut tetap berjalan,” kata Muryono.


    Dalam kesaksiannya, Rubiyanto menolak pengakuan Muryono tersebut. Menurutnya, dia tidak pernah meminta atau memaksa Muryono untuk menjalankan proyek itu.

    Kesaksian Rubiyanto sempat dibantah kembali oleh Muryono bahwa pertemuan itu adalah fakta.


    Sidang selanjutnya ditutup oleh majelis hakim untuk menunggu kesaksian Lutfi Irdiansyah dan direncanakan sidang dilanjutkan kembali pada 22 April 2019, dengan mendatangkan saksi Rubiyanto dan Lutfi Irdiansyah.

    Diketahui, dalam kasus mading ini tim jaksa penuntut umum dari Kejari Kendal telah menyeret tiga pejabat terkait yang kini sudah ditetapkan sebagai terdakwa. Dugaan kasus korupsi tersebut kerugian negara mencapai Rp 4,4 miliar dari nilai proyek sebesar Rp 6 miliar.( Pur***)



     
    Berita Lainnya :
  • Saksi Kunci Mangkir Dalam Sidang Dugaan Kasus Korupsi Mading
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017-2018 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved