www.tribunsatu.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
 
Pemerkosa Anak Di Bawah Umur, Divonis Bebas Oleh Oknum Hakim Di PN Lubuk Basung
Jumat, 11-01-2019 - 15:30:48 WIB
TERKAIT:
 
  • Pemerkosa Anak Di Bawah Umur, Divonis Bebas Oleh Oknum Hakim Di PN Lubuk Basung
  •  

    Agam, Tribunsatu.com Untuk supremasi hukum, Pengadilan Negeri Lubuk Basung Kab Agam menghukum terdakwa Datuak Sirajo Nan Labiah, pemerkosa anak di bawah usia satu tahun, didakwa dengan vonis bebas atas pertimbangan Hakim, selama pemerkosaan tidak ada saksi yang secara langsung menyaksikan, menerima uang untuk uang ilegal. Jadi hati nuraninya tidak berfungsi lagi.

    Jaksa Agung (JPU) ketika mengkonfirmasi koneksi selulernya mengkonfirmasi terdakwa dalam putusan bebas, terdakwa dibebaskan karena tidak ada saksi yang melihat segera selama pemerkosaan, tetapi terdakwa melalui pengacaranya mengatakan bahwa semua terdakwa kepada terdakwa tidak menerimanya, dia mengatakan dia memfitnah, dengan alasan bahwa hakim membebaskan terdakwa.

    Tetapi meskipun terdakwa bebas dihukum di Pengadilan Negeri Lubuk Basung, Kantor Kejaksaan terus melanjutkan tuntutan hukum lebih lanjut, yaitu banding ke Mahkamah Agung.

    Korban pelecehan adalah penolongnya sendiri. Sebut nama Upik (15) Th.warga Plamboyan Kabah, korban hukuman penjara Nasib almarhum sirajo Nan Labiah, mengakui di bawah ancaman diperkosa hingga tiga kali pada hari yang berbeda, insiden kasar terjadi di rumah sirajo nan labiah yang telah meninggal Jorong Katapiang Nagari Gerbang Agility Kab Agam. .

    Menurut klaim korban, perkosaan itu awalnya ketika istri terdakwa pergi ke PUSKESMAS Matur, setelah mandi pagi, terdakwa segera diperintahkan oleh terdakwa untuk membersihkan kamarnya, sementara korban diperintahkan oleh pemerkosaan sidoue menonton film-film profan di leptop-nya, berbisik. Dia (Datuak Cabul Red) langsung memeluk tubuh korban dan memberi tahu korban, jika kita suka di film kita akan sehat dan awet muda dan terhindar dari penyakit,

    Di bawah ancaman mahkota korban di dahi oleh terdakwa, korban telah memberontak tetapi tangannya segera menutup mulut korban, sehingga terdakwa dengan bebas melampiaskan kegembiraannya, dalam hal pengunduran diri secara paksa tetapi dengan enggan. Pengakuan korban kepada Tim RN beberapa bulan yang lalu

    Penjara melarikan diri dari rumah terdakwa, insiden itu diteruskan kepada saudaranya melalui koneksi seluler, kemudian saudari itu memberi tahu orangtuanya bahwa saudaranya telah menjadi korban perkosaan.

    Tidak terima putrinya dalam perkosaan, orang tua Janahar 54 Th melaporkan kejadian itu ke Polsek Matur, 24 April 2018, dengan No LP polisi 10 / IV / 18. Korban dibawa ke rumah sakit Mukhtar di kota bukit tinggi untuk divisum, menurut pengakuan rumah sakit dari orang tua korban, robek oleh benda tumpul.

    Sementara itu keluarga para korban sangat kecewa dengan putusan terdakwa. Sejak awal, tampaknya aromanya tidak baik untuk menangani masalah ini di Matur polsek, menurut penyidik ​​polsek mengatakan, pelaku tidak mengakui tindakannya, sedangkan ketika ditemukan bersalah dengan anak saya (korban) di ruang penyidik, anak saya langsung mengamuk dan mengarahkan tangannya ke arah tertuduh.

    Mengatakan bahwa akulah yang mencukur rambutku, dan memperkosanmu, mengatakan orang tua korban meniru kata-kata putranya, setelah beberapa minggu hidupnya, ini adalah awal di media hari itu, dan akhirnya diambil alih oleh Agam Police kemudian pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh Investigator Agam Police, dan menahan seorang tahanan, Sampai Pasal ini bergulir ke Pengadilan,

    Namun sayangnya Pengadilan Negeri Lubuk Kabung Kab Agan mengeluh secara gratis, saya sangat kecewa dengan keputusan hakim yang mengatakan kepada orang tua korban, tidak mungkin anak saya memberikan pernyataan palsu di depan penyidik ​​polisi yang mengatakan apakah visum dari rumah sakit mukhtar bukit tinggi tidak dipertimbangkan oleh Hakim.

    Kasus ini mengatakan bahwa orang tua para korban frustrasi, sekarang orang tua korban berharap untuk menjadi pembawa keadilan bagi kita sebagai orang yang tidak memahami hukum melalui permohonan kepada Makamah Agung sehingga Hakim Mahamah Agung memonis tersangka sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Sehubungan dengan pemerkosa yang memperkosa anak di bawah umur almarhum, Sirajo Tuan Labiah, ketika dia dihubungi oleh telepon selulernya, hanya mengatakan ini dalam kasus pengacara saya untuk memberikan klarifikasi, silakan hubungi Law Law saya sambil memutus sambungan seluler.

    Yang telah didakwa oleh terdakwa hingga hari ini, belum dapat melakukan konfirmasi, termasuk Mahkamah Agung belum memberikan jawaban atas surat konfirmasi yang diberikan oleh Tim RN terkait dengan Vonis, terdakwa Datuak Sirajo Nan Labiah yang diduga memerkosa Anak di bawah umur (Tim RN) 


    Narsum/ktp : radarnusantara.com



     
    Berita Lainnya :
  • Pemerkosa Anak Di Bawah Umur, Divonis Bebas Oleh Oknum Hakim Di PN Lubuk Basung
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara - Indeks Berita
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2017-2018 PT. HESTI TRIBUNSATU PERS, All Rights Reserved